MTQ Ditutup, Kepala KUA Ujung Bulu Pesan Ini Untuk Revitalisasi.

Caile, (Humas Buluumba) – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Ujung Bulu ditutup A. Ashadi, Camat Ujung Bulu, jum’at (11/02/22) di masjid Al-Muawwanah Terang-terang.

Dilaksanakan dua hari, MTQ tingkat kecamatan ini disebut Camat Ujung Bulu sebagai momentum untuk menghasilkan peserta MTQ yang dapat mempertahankan juara umum yang disabet Kecamatan Ujung Bulu pada MTQ sebelumnya.

“Selamat kepada peserta yang berhasil meraih prestasi, untuk peserta yang lain, jangan berkecil hati, teruslah belajar dan berlatih untuk menjadi yang terbaik” tutur A. Gatot, sapaan Camat Ujung Bulu.

Ia menyampaikan MTQ kali ini berbeda dengan MTQ sebelumnya karena kesempatan untuk menampilkan bakat dan kemampuan dalam seni membaca dan hafal Al-Qur’an ini dibuka untuk semua anak-anak Ujung Bulu.

“ini ikhtiar kita untuk mengeksplorasi potensi anak-anak kita dan pada momentum ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada dewan hakim dan panitia yang telah bekerja maksimal”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala KUA Ujung Bulu, H. Muhammad Ansar Mahdy yang menyampaikan terima kasihnya kepada panitia yang dalam waktu singkat dapat mempersiapkan pelaksanaan MTQ yang berlangsung 2 hari ini.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan staff KUA Ujung Bulu atas kerja ikhlasnya dalam menyukseskan acara ini dan permohonan maaf atas kekurangan yang ada dan tentu menjadi perhatian kita bersama untuk lebih menyempurnakan kegiatan-kegiatan berikutnya”ungkap Kepala KUA Ujung Bulu.

Ia menambahkan agar jajarannya agar tetap bersemangat dan menjalin kekompakan untuk menyukseskan visi misi Kementerian Agama khususnya mencapai target program program revitalisasi KUA dan Pusat layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah).


Share:

MTQ Ujung Bulu Digelar Di Aula KUA, Ansar Mahdy Sebut Ini Bagian Revitalisasi KUA.



Caile, (Humas Bulukumba) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ujung Bulu, Bulukumba, H. Ansar Mahdy menyampaikan penyelenggaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan Ujung Bulu merupakan ikhtiar untuk mengembangkan seni keagamaan Islam dan penanaman nilai cinta Al-Qur’an kepada generasi muda Islam 

“Dengan MTQ ini juga diharapkan menjadi wadah generasi muda kita untuk menunjukkan bakat dan hasil belajar mereka selama ini”ungkapnya.

Pembukaan MTQ di Aula KUA, kamis, (10/02/22) lanjut Ansar merupakan bagian sosialisasi KUA Ujung Bulu yang mendapatkan amanat sebagai salah satu piloting Revitalisasi KUA di tahun 2021.

“program revitalisasi ini mengamanatkan agar KUA menjadi pusat layanan keagamaan dan KUA lebih dekat dengan masyarakat. Momentum MTQ ini sangat tepat untuk menunjukkan kepada masyarakat progres revitalisasi di KUA Ujung Bulu.

Ansar Mahdy yang sedang mengikuti pertemuan kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI terkait peningkatan layanan mutu KUA, Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) dan Madrasah melalui pembiayaan SBSN di Makassar, mengharapkan MTQ ini dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan peserta yang tidak hanya dapat mempertahankan juara umum MTQ Kabupaten Bulukumba tetapi juga dapat berprestasi hingga ke tingkat nasional.

Pelaksanaan MTQ yang diagendakan berlangsung 10 – 11 Februari 2022 ini dibuka di aula KUA Ujung Bulu dihadiri Camat Ujung Bulu, Kasubbag TU Kemenag Bulukumba, Ketua MUI, dan para lurah yang mendampingi kontingen masing-masing.


Share:

Pertahankan Juara MTQ, Camat Prioritaskan Asli Ujung Bulu


Bulukumba, (Humas Bulukumba) – Untuk mempersiapkan seleksi musabaqah tilawatil Qur’an tingkat kecamatan Ujung Bulu, Camat Ujung Bulu melaksanakan koordinasi bersama Kepala KUA, Lurah dan DPK BKPRMI Ujung Bulu.

Kepala KUA Ujung Bulu, H. Muhammad Ansar Mahdy dalam pengantarnya menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan seni keagamaan ini berlangsung dua hari, pada tanggal 10 s.d 11 Februari 2022.

“Ada dua arena yang akan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini. Pembukaan dan lomba tafidz di Masjid Al Muawwanah dan tempat lainnya di aula KUA” ungkap Ansar.

Ia menyampaikan pemanfaatan aula KUA Ujung Bulu sebagai wujud sosialisasi kepada masyarakat terkait program revitalisasi KUA yang mengamanatkan KUA Ujung Bulu sebagai pusat layanan keagamaan di Kecamatan Ujung Bulu.

Pada perhelatan MTQ tingkat kabupaten Bulukumba sebelumnya, Kecamatan Ujung Bulu berhasil menyabet juara umum sehingga prestasi ini harus dipertahankan.

Hal ini disampaikan, Camat Ujung Bulu, A. Ashadi yang meminta piala juara umum MTQ dapat dipertahankan dan juga dapat meningkatkan prestasi STQ Ujung Bulu yang meraih runner up pada tahun lalu.

“meskipun ada beberapa pergantian lurah, ini tanggung jawab kita bersama untuk meningkatkan prestasi STQ dan mempertahankan raihan juara umum MTQ” terangnya.

Ia mengharapkan peserta MTQ Ujung Bulu merupakan warga Ujung Bulu sendiri mengingat besarnya potensi anak-anak Ujung Bulu yang mengenyam pendidikan keagamaan di berbagai tempat.

“Kalau saya pribadi dahulukan orang ujung bulu untuk menumbuhkan rasa bangga dan nereka merasa diperhatikan sebagai warga ujung bulu” tutur Camat Ujung Bulu.

Ia menambahkan memprioritas warga Ujung Bulu Ini juga sebagai motivasi bagi anak-anak kita untuk turut serta dalam pembangunan daerah khususnya dalam aspek keagamaan. 

“ini juga agar anak-anak kita merasa ikhtiar mereka dalam belajar dan menghafal Al-Qur'an tidak sia-sia” tutup Camat Ujung Bulu.


Share:

penjelasan sepintas tentang suarat nikah, wali nasab dan wali hakim

 


Selengkapnya klik  https://youtu.be/gr7z20Z3Swc

Share:

Bahria Semangat Belajar Al-Qur’an Di Usia Senja

 


Bulukumba, (Humas Kemenag) – Usia tidak menjadi penghalang untuk belajar, apalagi belajar agama khususnya membaca Al-Qur’an. Seperti yang dilakukan Nenek Bahria, Salah seorang anggota majelis ta’lim Al Jannah, di Gusunge, Kelurahan Kalumeme, Kabupaten Bulukumba, di usia senjanya ia tetap semangat belajar Al-Qur’an.

Bersama anggota majelis ta’lim yang lebih muda, ia dibimbing oleh para penyuluh KUA Ujung Bulu yang intens setiap kamis melaksanakan pembinaan keagamaan di mushalla Gusunge Al Jannah yang berada di daerah pesisir Kalumeme. Untuk menuju ke tempat ini, hanya bisa menggunakan kendaraan roda doa dan berjalan kaki.

Meskipun belajar di dalam mushalla yang memiliki fasilitas kipas angin, suasana belajar Al-Quran ini tetap terasa panas karena suhu permukaan laut masih terasa hingga ke dalam mushalla.

Keterbatasan fasilitas yang ada pada mushalla tidak menyurutkan Nenek Bahria dan anggota majelis ta’lim lainnya untuk belajar tentang agama dan memperlancar membaca Al-Qur’an yang diharapkan dapat diamalkan dalam keseharian mereka.

Bahria menyampaikan terima kasihnya atas pembinaan keagamaan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama KUA Ujung Bulu yang telah menjadikan majelis ta’lim Al Jannah sebagai objek binaan keagamaan.

Sebelum melaksanakan bimbingan belajar Al-Qur’an, Penyuluh Agama KUA Ujung Bulu memberikan bimbingan keagamaan melalui ceramah agama, untuk kamis (04/11)21) ini, H. Patahuddin, LC menyampaikan materi taharah khususnya bersuci setelah haid.

“Ibu-ibu, tidak boleh itu ditunda-tunda. Kalau haid ta selesai di waktu Ashar, bersucinya diwaktu Ashar, jangan ditunda sampai magrib” terang penyuluh fungsional KUA Ujung Bulu.

Sementara Asma Ramadhani, yang juga penyuluh Fungsional menyampaikan pembinaan keagamaan di majelis ta’lim diikuti dua puluhan anggota, tetapi terkadang ada yang tidak hadir karena bertepatan panen rumput laut.

“kita maklum kalau ada yang tidak hadir karena kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi kita terus mendorong mereka untuk aktif, salah satunya dengan memanfaatkan group media sosial agar lebih mudah berkomunikasi dan membuka ruang konseling keluarga”pungkas Asma.



Share:

Postingan Populer

Info Grafis

Info Grafis
Legalisasi Buku/Kutipan Akta Nikah

Jadwal Shalat

Layanan Masyarakat