Bahria Semangat Belajar Al-Qur’an Di Usia Senja
Bulukumba, (Humas Kemenag) – Usia tidak menjadi penghalang untuk belajar, apalagi belajar agama khususnya membaca Al-Qur’an. Seperti yang dilakukan Nenek Bahria, Salah seorang anggota majelis ta’lim Al Jannah, di Gusunge, Kelurahan Kalumeme, Kabupaten Bulukumba, di usia senjanya ia tetap semangat belajar Al-Qur’an.
Bersama anggota majelis ta’lim yang lebih muda, ia dibimbing oleh para penyuluh KUA Ujung Bulu yang intens setiap kamis melaksanakan pembinaan keagamaan di mushalla Gusunge Al Jannah yang berada di daerah pesisir Kalumeme. Untuk menuju ke tempat ini, hanya bisa menggunakan kendaraan roda doa dan berjalan kaki.
Meskipun belajar di dalam mushalla yang memiliki fasilitas kipas angin, suasana belajar Al-Quran ini tetap terasa panas karena suhu permukaan laut masih terasa hingga ke dalam mushalla.
Keterbatasan fasilitas yang ada pada mushalla tidak menyurutkan Nenek Bahria dan anggota majelis ta’lim lainnya untuk belajar tentang agama dan memperlancar membaca Al-Qur’an yang diharapkan dapat diamalkan dalam keseharian mereka.
Bahria menyampaikan terima kasihnya atas pembinaan keagamaan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama KUA Ujung Bulu yang telah menjadikan majelis ta’lim Al Jannah sebagai objek binaan keagamaan.
Sebelum melaksanakan bimbingan belajar Al-Qur’an, Penyuluh Agama KUA Ujung Bulu memberikan bimbingan keagamaan melalui ceramah agama, untuk kamis (04/11)21) ini, H. Patahuddin, LC menyampaikan materi taharah khususnya bersuci setelah haid.
“Ibu-ibu, tidak boleh itu ditunda-tunda. Kalau haid ta selesai di waktu Ashar, bersucinya diwaktu Ashar, jangan ditunda sampai magrib” terang penyuluh fungsional KUA Ujung Bulu.
Sementara Asma Ramadhani, yang juga penyuluh Fungsional menyampaikan pembinaan keagamaan di majelis ta’lim diikuti dua puluhan anggota, tetapi terkadang ada yang tidak hadir karena bertepatan panen rumput laut.
“kita maklum kalau ada yang tidak hadir karena kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi kita terus mendorong mereka untuk aktif, salah satunya dengan memanfaatkan group media sosial agar lebih mudah berkomunikasi dan membuka ruang konseling keluarga”pungkas Asma.
Tim eGuards Nilai Data KUA Ujung Bulu Di Angka 90
Caile, (Humas Kemenag) – Kantor Urusan Agama Kecamatan Ujung bulu merupakan salah satu KUA piloting project revitalisasi tahun 2021 yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama, salah satu aspek penting dalam revitalisasi ini adalah integrasi data.
Dalam integrasi data ini, Ditjen Bimas Islam menggandeng tim eGuards untuk menghadirkan data keagamaan khususnya data nikah yang up date dan valid berbasis sistem informasi.
Selain itu, hadirnya data yang berbasis sistem informasi diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas dan penggunaan ruang untuk menyimpan arsip yang dikhawatirkan mengalami force majuere.
“selain efisiensi penggunaan kertas dan ruang penyimpanan, Ini penting dilakukan mengingat banyak hal yang bisa terjadi pada arsip seperti kebakaran dan banjir” terang Jusuf Salah seorang Tin eGuards yang melakukan penilaian terhadap data Akta Nikah di KUA Ujung Bulu , jumat (05/11/21).
Bersama Anna rekannya di Tim eGuards, Jusuf mengapresiasi operator KUA Ujung Bulu yang telah merespon permintaan sampling data berupa jumlah data nikah 3 dekade terakhir (1989-2018) pada aplikasi eGuards dan upload sampling data di cloud yang telah disediakan oleh tim eGuards.
“Sudah baik, tapi masih ada yang blur, hasil penilaiannya di angka 90” ungkap Jusuf setelah melakukan penilaian data dan juga mendokumentasikan penyimpanan arsip di KUA Ujung Bulu.
Pada kesempatan ini, tim eGuards juga meminta masukan dan menanyakan kendala dalam penginputan data di eGuards, upload data pada cloud serta masalah yang terjadi dalam mengakses Simkah (Sistem informasi manajemen nikah).
Menanggapi penilaian tim eGuards, Syaiful, PIC KUA Ujung Bulu menyampaikan data yang blur disebabkan karena scan dokumen hanya menggunakan aplikasi scanner di android sementara dokumen lainnya menggunakan scanner.
Sementara Fitri, Operator Simkah, menyampaikan permasalahan yang dihadapinya adalah jaringan internet yang tidak stabil.
Dalam Penilaian data KUA Ujung Bulu, turut hadir Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Bulukumba, Kepala KUA Ujung Bulu, Ansar Mahdy beserta jajarannya yang terdiri dari penghulu, penyuluh, dan staff administrasi KUA Ujung Bulu.
Gelar Bimwin, KUA Ujung Bulu Gandeng Pengurus Puspaga Bulukumba
Caile, (Humas Kemenag) – Kantor Urusan Agama Ujung Bulu kembali menggelar bimbingan perkawinan (Bimwin) kepada 15 pasang calon pengantin yang digelar di masjid syuhada 45 Caile, rabu (03/11/21).
Pelaksanaan bimbingan perkawinan yang dilaksanakan secara tatap muka ini merupakan amanat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 189 Tahun 2021 tentang Juklak Bimwin Calon Pengantin.
Kegiatan yang diagendakan berlangsung dua hari ini menghadirkan Narasumber yang berkompeten di bidangnya, salah satunya adalah Hj. Hartati, Pengurus Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten Bulukumba yang menyampaikan materi menpersiapkan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah.
Hartati menyampaikan keluarga harus dibangun melalui perencanaan dan komunikasi serta komitmen bersama antara calon pengantin khususnya dalam memahami dan mengamalkan hak dan kewajiban masing-masing.
Pada kesempatan ini, ia juga membeberkan isu strategis dan analisa situasi ketimpangan gender dalam pembangunan seperti dalam aspek pendidikan, politik dan ekonomi, sosial budaya, serta kekerasan yang biasanya di mulai dari keluarga.
“perempuan juga memiliki hak untuk berkembang, untuk itu perlu komunikasi yang positif agar keharmonisan keluarga dapat terwujud” tutur perempuan yang juga menduduki jabatan Ketua DWP Kemenag Bulukumba.
Setelah menyampaikan materi, Kepada Humas KUA, Hartati menjelaskan Puspaga hadir sebagai layanan holistik integratif berbasis hak anak yang menjadi tempat layanan informasi, konsultasi dan konseling bagi anak, orang tua atau orang yang bertanggung jawab atas pemenuhan hak anak.
“Di KUA ada Layanan Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah), program-program ini harus bersinergi untuk menguatkan pemenuhan hak anak dan kualitas keluarga. Ini juga ikhtiar kita mewujudkan Bulukumba menjadi kabupaten layak anak” terangnya.
Hal tersebut diamini Asma Ramadhani, penyuluh fungsional KUA Ujung Bulu yang menerangkan Pusaka Sakinah dilaksanakan melalui 3 branding, yaitu Berkah (Belajar Rahasia Nikah), Kompak (Konseling, Mediasi, Pendampingan, Advokasi, dan Konsultasi), serta Lestari (Layanan Bersama Ketahanan Keluarga Indonesia).
Dijelaskannya, bimwin didesain sebagai program layanan agar calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan tentang membangun kesadaran bersama, memperkokoh komitmen, mengatasi konflik keluarga serta mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas.
“seharusnya bimwin dilaksanakan di aula Kantor KUA, tetapi gedung KUA dalam proses rehab sebagai bagian revitalisasi KUA Ujung Bulu” tutur srikandi KUA Ujung Bulu yang juga berperan sebagai fasilitator pusaka sakinah.
Asma menambahkan KUA Ujung Bulu meruapakan salah satu dari 106 KUA piloting Revitalisasi yang menjadi program prioritas Kementerian Agama untuk meningkatkan layanan keagamaan dan meningkatkan kualitas hidup beragama.
Kepala Kankemenag Bulukumba Pantau Progres Revitalisasi KUA Ujung Bulu
Caile, (Humas Kemenag) – Sebagai salah satu program piloting Revitalisasi, KUA Ujung Bulu telah melaksanakan berbagai langkah strategis untuk menyukseskan program ini diantaranya peningkatan sarana dan prasarana, penguatan sumber daya manusia, peningkatan tata laksana dan layanan.
Kepala Kantor Kemenag Bulukumba, Muhammad Yunus memberi perhatian khusus Untuk menyukseskan program ini melalui penguatan dan monitoring intensif seperti pada selasa, (02/11/21) yang memantau langsung renovasi gedung KUA.
Ia mengharapkan rehabilitasi ini dapat selesai secepatnya agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan sesuai tujuan revitalisasi, yaitu meningkatkan layanan keagamaan dan peningkatan kualitas hidup beragama.
“Sudah pasti terganggu, tetapi rehab gedung ini jangan mengurangi nilai pelayanan kita kepada masyarakat”harap Kepala Kantor.
Kepada Kepala Kantor Kemenag, Kepala KUA Ujung Bulu, Ansar Mahdy melaporkan rehab gedung KUA ini menyasar perbaikan front office, ruang konsultasi dan penataan tangga dannpintu masuk KUA yang ramah bagi disabilitas.
Pada kesempatan ini juga, Kepala Kantor Kemenag Bulukumba menyaksikan langsung pelayanan akad nikah yang dilaksanakan di KUA Ujung Bulu. Biaya Pelayanan akad nikah di KUA sesuai regulasi itu Rp. 0,- Sedangkan di luar KUA dan jam kerja sebesar Rp. 600.000,-.
Salah satu hal yang juga sangat penting dalam revitalisasi ini adalah hadirnya integrasi data keagamaan yang mudah diakses masyarakat melalui digitalisasi data yang akurat.
“Untuk integrasi datanya on process, semoga bisa terwujud dalam waktu dekat ini” tutur Syaiful, Pelaksana pada KUA Ujung Bulu.
Ia mengharapkan keterlibatan semua pihak untuk menghadirkan update data keagamaan seperti data penduduk, data masjid, data pendidikan dan data kebimasIslaman lainnya.



