Caile, (Humas Kemenag) – Pasca mengikuti apel bersama di halaman belakang kantor Kemenag Bulukumba, Kepala KUA bersama Jajaran KUA Ujung Bulu kembali menggelar koordinasi untuk memantapkan dan mengevaluasi program KUA khususnya program penguatan revitalisasi KUA.
Revitalisasi KUA harus berangkat dari pola pikir dan pola kerja yang profesional yang bermuara pada indeks kepuasan layanan yang semakin baik dari penilaian objektif masyarakat yang dilayani.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Syukriadi yang memberi penguatan kepada jajaran KUA di ruang kerja Kepala KUA sekaligus memantau langsung proses rehabilitasi kantor KUA, senin (01/11/21).
Syukriadi mengungkapkan banyak hal kecil yang terkadang diabaikan oleh pelaksana KUA padahal hal tersebut menjadi ruh revitalisasi seperti membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelayanan keagamaan maupun dalam aspek pelayanan administratif.
“Pada saat kita belanja di toko swalayan kita bisa melaksanakan pembinaan produk halal, saat di masjid, kita bisa beribadah sekaligus melaksanakan pembinaan kemasjidan serta kalibrasi arah kiblat” terangnya.
Terkait pelayanan langsung di kantor KUA, Syukriadi menyampaikan petugas layanan yang berada di Front Office (FO) merupakan wajah revitalisasi yang dituntut memiliki kompetensi pelayanan prima kepada masyarakat.
“gaya dan tutur kata petugas layanan di FO harus memberikan kesejukan kepada masyarakat apalagi pemerintah memberi penghargaan kepada petugas FO KUA revitalisasi” terangnya yang disambut dengan wajah ceria petugas FO KUA Ujung Bulu.
Sementara Kepala KUA Ujung Bulu, Ansar Mahdy kepada jajarannya menyampaikan program revitalisasi KUA sebagai program prioritas Kemenag yang harus menjadi perhatian bersama dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama dan sinergitas semua pihak.



